Ketika syair-syair mentari terbenam
Kau pergi dengan sigap tanpa peduli
Kau acuhkan kata demi kata yang ku ucap, kau hempaskan
seruanku
Aku yang tenggelam dalam ketidak pastian, aku yang hanya ada
dalam angan semata
Inilah aku. Aku yang hidup dalam pijakan tanah yang tlah
mengering
Aku bukan dia ataupun mereka
Aku hanya manusia kecil yang rapuh tanpa penyangga
Memang benar kata orang, “kau takkan pernah dewasa jika
masih butuh perhatian”
Aaakkkhhh…. Apalah kata orang
Itu mereka, dan BUKAN AKU..
Aku tlah lama hidup bersamamu,
Namun kesedihanku tak bisa mengalahkan rasa kasihku untukmu
Dan hanya para bintang yang menguatkan
Berucap seribu nyanyian kerinduan untukku
Ingin ku pergi, menelusup dalam hamparan sepi
Namun, rasaku yang membuatku terus bertahan
Kini, tak seindah dahulu… senyuman itupun tah memudar
Terbawa angin yang terus berjalan
Aku,
Tanpa kepastian yang menancap
Berdiri bak ilalang yang tlah lelah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar